05 Januari 2012

Mobil Kiat Esemka Buatan Dalam Negeri

Mobil Kiat Esemka adalah mobil yang dibuat oleh siswa-siswa SMK 2 Surakarta. Bodi mobil Kiat Esemka rakitan siswa SMK sendiri 100% adalah ide para siswa tersebut. Mobil Kiat Esemka sendiri dirakit secara manual hingga menjadi mobil seutuhnya di Solo Techno Park (STP) dan mesinnya sendiri diimpor dari China lewat PT Autocar di Cikampek. Konon mobil kiat tersebut tidak kalah bersaing dengan produksi Jepang maupun Eropa. Di lihat dari segi eksterior dan Interior pun, mobil Esemka ini tidak jauh dari mobil buatan luar negeri.

Tapi, sungguh ironis, mobil yang baru naik daun ini sudah mendapat cibiran dari berbagai kalangan, mulai dari penggemar mobil sampai para pejabat pemerintahan. Padahal seharusnya, sebagai warga Negara Indonesia, kita harus mendukung produksi dalam negeri. Mengingat sudah beberapa merk mobil produksi dalam negeri sendiri yang pernah keluar, seperti merk Maleo, Timor, Bimantara, GEA, Tawon dan Kancil, tapi semuanya hilang ditelan arus persaingan dengan mobil luar negeri, seperti Honda, Toyota, Suzuki, Marcedes Benz, Ford, Hyundai, Nissan Livina, dll.

Spesifikasi unggulan Mobil Kiat Esemka :

• Mesin bensin 4 silinder berkapasitas 1500 cc
• Teknologi Multi Point Injection rakitan 2011
• Mesinnya menghasilkan tenaga sebesar 105 hp pada putaran 5.500 rpm dengan torsi maksimum mencapai 145 Nm di 4.100 rpm
• Daya tampung Mobil sebanyak 7 orang karena mempunyai panjang 5.035 mm, lebar 1.690 mm, dan tinggi 1.630 mm
• Dapat mengkonsumsi bahan bakar bensin (RON 88)
• Kapasitas tangki 75 liter

Fitur elektronik yang sudah diterapkan mirip mobil SUV (Sport Utility Vehicle) pada mobil Kiat Esemka :

• Power Steering
• Central Lock
• Power Windows
• AC dual zone
• Sensor Parker
• CD player

Soal harga, mobil Kiat Esemka buatan Indonesia bila diproduksi secara massal akan berada di kisaran harga 95 juta rupiah. ATPM selaku penjual dan distribusi Esemka akan dipegang oleh PT Solo Manufaktur Kreasi. Pemakai pertama mobil buatan siswa SMK ini sendiri adalah Joko Widodo (Walikota Solo), yang menggunakan mobil Kiat Esemka buatan Indonesia sebagai mobil dinasnya. Bahkan rencananya di beberapa departemen di Surakarta juga akan menggunakan mobil Kiat Esemka ini untuk digunakan sebagai kendaraan operasional. Jadi, bila anda berminat untuk membeli Mobil Kiat Esemka tersebut, anda harus bersabar karena saat ini Mobil Kiat Esemka itu sedang diajukan ijin untuk di produksi secara massal.

13 komentar:

attayaya-geliga mengatakan...

bodi oke
interior oke
semoga mesin juga oke

hmmmm semoga bisa mengurangi impor mobil

Anonim mengatakan...

ok...

sebagai warga negara yang cinta buatan Indonesia, mari kita tumbangkan mobil asing...tentunya dengan harga buat indonesia, 40 jutaan contohnya, bila dekat harga mobil asing, puuuuasti lebih enak mobil jepang...karena kita tidak bisa akur sebagai warga negara kesimpulannya. Buat bangsa sendiri kok MAHAL,,,,,,,

terima kasih

Dhani mengatakan...

bentuk nya ok juga -- hmm.. apa sparepart nya nanti sdh tersedia ya?

Nia mengatakan...

mudah2an mrk yg punya niat beli mobil di thaun 2012 beralih ke mobil kiat esemka ini..cinta produksi bangsa sendiri heheh....

I mengatakan...

mkasih udah comment + follow, sdh saya folback :) iya maunya sy dibikin 'read more' juga tapi g tahu gimana settingnya. hehe.

I mengatakan...

ow tq so much ne.. sama2 org mdo kote. sip2 nanti ta lia di tu artikel itu ato babatanya lwt fb :D okok nice to meet you too :)

Herman mengatakan...

ok
kalo mau tanya2 soal blog lewat japri aja or fb :0

Diah Alsa mengatakan...

mantaapp nih, bravo esemka :)

Anonim mengatakan...

Waduhh...Mobil buatan indonesia tak bisa dijamin kualitasnya, lihat aja mobil Timor?? Sakit kepala kalo rusak mau cari sparepartnya...

REYGHA's mum mengatakan...

Mudah2an bisa lebih baik dan lebih serius penanganan pemerintah untuk mewujudkan mobil nasional. Yuk dukung produk dalam negri....

Goiq mengatakan...

mudah-mudahan bisa jauh lebih baik daripada yang ini dengan harga yang juga jauh lebih nasional... :)

Zhang mengatakan...

Biasanya kalah di purna jual dan after service.
Disamping bikin mobil, yang perlu diperhatikan adalah jaringan bengkel dan ketersediaan spare-part.

Herman mengatakan...

itu dia kendalanya...

banyak yang takut nanti soal sparepartnya tidak ada.

kalo bengkel si, bisa join aja, atau dibawa ke bengkel biasa. pasti bisa di repair. namanya mobil, ya 80% penyakitnya pasti samalah dan pasti teknisi mobil juga tahu...

harganya 95 juta. sudah termasuk murah. dibanding mobil xenia/avanza, sekarang sudah diatas 110 juta untuk tipe standard.