07 Juli 2009

FC PARMA



Sejarah

Giuseppe Verdi, komposer musik opera terkemuka era Romantik, tidak suka sepakbola. Namun publik Propinsi Parma -- tempat kelahiran sang komposer pencipta Aida dan Otello -- membentuk klub sepakbola dan memberinya nama Verdi Football Club pada Juli 1913 untuk menghargai sang musikus.

Belum genap satu tahun, tepatnya Desember 1913, Verdi FC berubah nama menjadi Parma AC. Tidak diketahui apa alasan pengubahan nama ini.

Yang pasti, Parma bermain di liga kali pertama musim 1919/1920. Parma mengakhiri musim di tempat kedua Kejuaraan Emilian. Pada musim 1924/1925, Parma promosi ke Liga Regional, lalu bergerak ke Divisi II dan I. Pada musim 1928/1929 mereka memenangkan gelar Divisi I, dan menjadi founding members Serie B.

Di awal kiprahnya di Serie B, Parma sempat berganti nama menjadi AS Parma. Di tahun 1932, Parma terdegradasi, dan menjadi founding members Serie C. Di sinilah Parma menghabiskan waktu sampai pergantian dekade.

Setelah pergantian dekade, tepatnya pada musim 1941/1942, Parma kembali promosi ke Serie B. Namun setelah itu seluruh liga sepakbola Italia dihentikan akibat Perang Dunia II.

Usai perang, Parma bermain tiga musim di Serie B, dan kembali terdegradasi ke Serie C pada musim 1948/1949. Mereka menghabiskan lima musim lagi di Serie C, sampai akhirnya promosi lagi pada musim 1953/1954.

Pada akhir 1960-an, Parma memasuki masa paling mengenaskan. Mereka kehilangan standar, sempat berubah nama lagi, sampai akhirnya Associazione Calcio Parma dimapankan. Pada musim panas 1969, AC Parmense -- klub sekotanya -- bergabung untuk membentuk satu tim.

Prestasi Parma sepanjang 1970-an tidak ubahnya permainan yoyo. Mereka bisa tampil mengesankan di Serie B, setelah itu limbung dan kembali ke Serie C.

Pada musim 1978/1979, Parma kedatangan Cesare Maldini. Performa Parma membaik, promosi ke Serie B lagi lewat play-off. Adalah si belia Carlo Ancelotti yang menempatkan Parma kembali ke Serie B lewat dua golnya.

Hanya semusim di Serie B, Parma kembali ke Serie C di awal tahun 1980-an, dan selama empat tahun berada di sana. Arrigo Sacchi mengembalikan Parma ke Serie B musim 1986/1987, tapi setelah itu pergi untuk menerima tawaran Silvio Berlusconi menangani AC Milan.

Nevio Scala menggantikan Sacchi. Di tangan Scala, kali pertama dalam sejarah Parma promosi ke Serie A. Di pertandingan penentuan, Parma mengalahkan Reggina dua gol tanpa balas. Marco Osio dan Alessandro Melli menjadi pahlawan Parma.

Debut Parma di Serie A ditandai dengan kekalahan 2-1 atas Juventus. Dua pekan kemudian mereka membuat kejutan dengan mengalahkan Napoli, yang saat itu diperkuat Diego Maradona, 1-0.

Sukses Parma promosi ke Serie A menarik minat banyak bakat dari luar bermain dengan mereka. Era baru bagi Parma juga dimulai. Parmalat, perusahaan susu terkemuka, membeli 45 persen saham klub dan menjadi sponsor utama. Fans menyebutny Era Keemasan Parma.

Lebih mengesankan lagi, Parma mengakhiri musim pertamanya di Serie A dengan berada di tempat keenam, yang membuat mereka tampil di Piala UEFA.

Namun musim pertamanya di Piala UEFA berakhir dengan kegagalan akibat dikalahkan CSKA Sofia. Di dalam negeri, Parma lebih sukses. Mereka mampu mengalahkan Juventus di Coppa Italia, dan Alberto Di Chiarra -- salah seorang pemainnya -- dipanggil timnas Italia.

Trofi pertama Parma diperoleh di Eropa, dengan mengalahkan Royal Antwerp 3-1 di final Piala Winners di Wembley pada 12 Mei 1993. Musim berikutnya, Parma meraih Piala Super Eropa, dengan mengalahkan AC Milan 2-0

Parma sempat kembali ke final Piala Winners musim 1993/1994, tapi dikalahkan Arsenal 1-0. Musim 1994/1995 Parma mengalahkan Juventus di final Piala UEFA. Inilah pencapaian terbesar Parma.

Sukses di Eropa membuat Parma diminati banyak-banyak bintang lainnya. Tomas Brolin, Hristo Stoichkov, Fabio Cannavaro, Gianfranco Zola, Faustino Asprilla, Dino Baggio, Hernán Crespo, Enrico Chiesa, dan Diego Fuser, bergabung. Namun tahun 1996 Scala pindah klub, dan digantikan Carlo Ancelotti.

Meski belum mampu memberikan gelar Serie A Italia, Ancelotti menempatkan Parma di posisi runner up pada akhir musim, dengan satu angka di belakang Juve.

Parma hadir di Liga Champions, tapi tak mampu bersaing. Di Serie A, performa Parma menurun dan harus mengakhiri musim di peringkat keenam.

Di bawah Alberto Malesani, Parma memenangkan Coppa italia musim 1998/1999, dengan mengalahkan Fiorentina. Mereka kali kedua mencapai final Piala UEFA, dan mengalahkan Marseille lewat gol Hernan Crespo, Vanoli, dan Enrico Chiesa, untuk membawa pulang trofi itu.

Krisis finansial, Kembali ke Serie B

Parma mengawali musim 1999/2000 dengan baik, memenangkan Piala Super Italia, tapi terlempar di babak awal Liga Champions dan mengakhiri musim di peringakt empat.

Arrigo Sacchi kembali ke klub sebagai manajer pada Januari 2001, tapi mengundurkan diri akibat sakit. Renzo Ulivieri mengambil alih posisi Sacchi, dan sekali lagi membawa Parma ke peringkat empat di Serie A. Parma mengikuti kualifikasi Liga Champions. Di Coppa Italia, Parma dikalahkan Fiorentina.

Musim 2001/2002, Parma melakukan perombakan besar-besaran. Mereka menjual Gianluigi Buffon, Lilian Thuram, Sergio Conceicao, dan Marcio Amorosso. Sebagai gantinya, mereka membeli Sebastien Frey, Matteo Ferrari, Martin Djetou, Aimo Diana, Marco Marchionni, Hidetoshi Nakata dan Emiliano Bonazzoli.

Pietro Carmignani mengambil alih kursi pelatih. Dia membawa Parma ke final Coppa Italia. Di leg pertama, Parma menang 1-0, tapi di leg kedua kalah 2-1. Parma menjuarai Coppa Italia berkat keunggulan gol away.

Tidak banyak yang tahu bagaimana kondisi keuangan Parma saat itu. Namun pers sudah mulai melihat banyak yang tidak beres dengan Parma. Indikasinya adalah ketika mereka menjual semua pemain bintangnya pada awal musim 2002/2003; Fabio Cannavaro ke Inter Milan, Marco Di Vaio ke Juventus, dan Johan Micoud ke Bremen.

Sebagai gantinya mereka mendatangkan Daniele Bonera, Matteo Brighi, Mark Bresciano, Adriano, Adrian Mutu dan Alberto Gilardino. Mereka menukar Matias Almeyda dengan Vratislav Greško, dan Luigi Sarto untuk Sebastiano Siviglia.

Musim berikutnya, Parma menjual Mutu ke Chelsea, Aimo Diana ke Sampdoria, Stephen Appian ke Juventus, Sabri Lamouchi ditukar dengan Domenico Morfeo. Saat itu pula skandal keuangan Parmalat terungkap.

Parma masih belum terganggu. Ini terbukti dengan kemampuan mereka mengakhiri musim di tempat kelima.

Seolah ingin mencari untung dari penjualan pemain, Parma kembali menjual Nakata ke Fiorentina, Simone Barone ke Palermo, dan Matteo Ferrari ke Roma. Sedangkan Cesare Bovo, Alessandro Potenza, Alessandro Budel, dipinjamkan ke Roma, Inter, dan Milan. Parma berupaya merampingkan pengeluarannya.

Sebagai gantinya, mereka hanya mendatangkan dua pemain muda; Fábio Simplício dan Vince Grella.

Silvio Baldini ditunjuk sebagai pelatih, tapi tak lama. Carmignani dipanggil lagi dan diminta menyelamatkan klub.

Di musim 2004/2005 ini Parma masih diperkuat Frey, Alberto Gilardino, Andrea Pisanu, Marco Marchionni, Domenico Morfeo dan Mark Bresciano. Mereka mencapai semifinal Piala UEFA, tapi tertatih-tatih di Serie A.

Parma beruntung dengan meraih kemenangan di empat laga terakhir untuk terhindar dari zona degradasi.

Krisis finansial Parmalat kian parah. Kondisi keuangan klub juga mengkhawatirkan. Manajemen Parma dipaksa memangkas anggaran biaya operasinal, dan cara yang paling mudah ditempuh adalah dengan menjual pemain bintangnya.

Frey dan Gilardino. Sebagai gantinya, Parma meminjam Cristiano Lupatelli dan Bernardo Corradi. Saat itu pula manajemen Parma mengumumkan klub telah dibeli oleh Lorenzo Sanz, mantan presiden Real Madrid.

Sanz mereorganisasi Parma, dan mengubah namanya menjadi Parma Football Club. Mario Beretta ditunjuk sebagai pelatih.

Namun Sanz tidak terlalu kaya. Parma tetap mengalami kesulitan finansial, tapi masih bisa mengakhiri musim di papan tengah dan meraih tiket ke Piala UEFA akibat terungkapnya skandal pengaturan wasit dan suap.

Musim 2006/2007 ditandai dengan penjualan Bonera, Bresciano dan Simplício, untuk mendapatkan dana segar. Sebagai gantinya, Parma membeli pemain yang lebih murah; Igor Budan, Andrea Gasbarroni dan Vitali Kutuzov

Pada 24 Januari 2007, Tommaso Ghirardi dinobatkan sebagai pemiliki baru Parma. Ia membeli klub ini lewat lelang umum. Pembelian ini mengakhiri kontrol negara atas klub.

Ghirardi, saat itu masih berusia 31 tahun, adalah pengusaha dan pemiliki Carpenedolo -- klub Serie C2.

Ghirardi memecat Pioli, dan menunjuk Claudio Ranieri untuk menyelamatkan Parma dari degradasi. Ranieri berhasil.

Namun pada musim berikutnya, 2007/2008, Ghirardi gagal menghindari Parma dari degradasi meski telah memanggil pelatih Domenico Di Carlo, Héctor Cúper, dan menugaskan Andrea Manzo.

Di pertandingan terakhir yang amat menentukan, Parma dikalahkan Inter Milan 2-0 di depan publiknya.

Reginaldo menjadi satu-satunya pemain yang bisa dijual Parma untuk membiayai perjalanan klub di Serie B. Sedangkan Corradi kembali ke klub induk.

Guidolin tampaknya akan bisa mengembalikan Parma ke Serie A. Jika berhasil, Ghirardi dipastikan akan mengeluarkan banyak dana untuk investasi, agar Parma bertahan lebih lama di Serie A.

Meski belum pernah meraih Scudetto, Parma terlanjut telah memiliki fans di banyak negara, termasuk Indonesia.

Profil Klub:

Full name :Parma Football Club SpA
Nickname(s) : Ducali (Duchy), Gialloblu (Yellow-blues),Crociati(Crusaders)
Founded :July 27, 1913 (AC Parma), 2005 (Parma FC)
Ground Stadion: Ennio Tardini,Parma, Italy(Capacity: 27,906)
Chairman : Tommaso Ghirardi
Head Coach : Francesco Guidolin

Achievement:

UEFA Cup (2):
•Winners: 1994-95, 1998-99

European Super Cup:
• Winners: 1993

UEFA Cup Winners' Cup:
• Winners: 1992-93
o Runners-up: 1993-94

Coppa Italia (3):
• Winners: 1991-92, 1998-99, 2001-02
o Runners-up: 1994-95, 2000-01

Italian Super Cup:
• Winners: 1999

Serie A:
• Runners up: 1996-97

Serie B:
• Promoted: 1989-1990

Serie C: (7)
• Promoted: 1928-29, 1943-44, 1953-54, 1972-73, 1978-79, 1983-84, 1985-86

Serie D:
• Promoted: 1969-70

Ciutat de Barcelona Trophy:
• Winners: 2003

Emilian League Division 1:
• Champions: 1928-29

Emilian League Division 2:
• Promoted: 1924-25
o Runners-up: 1919-20

Sekilas Mengenai Parma:

Pertama Kali promosi ke seri A tahun 1990 dibawah Nevio Scala. Parma Mencapai periode emasnya dibawah kepemimpinan Tanzi Famili dibawah Naungan Perusahaan PARMALAT.

Dibawah naungan Parmalat, Parma Mencapai kejayaannya yang biasa disebut "golden Period". Parma juga merupakan salah satu anggota Magnificient Seven klub sepakbola Seri-a. Walau belum pernah menjuarai Seri-a, pada masa kejayaannya Parma sering disebut2 sebagai kandidat kuda hitam, bahkan kandidat perebut Scudetto. Prestasi terbaik Parma di Seri-A adalah sebagai Runner Up tahun 1997, hanya 1 point dibawah Juventus!!

Sedangkan prestasi Parma Di Eropa Lebih mentereng dengan 2x juara Piala UEFA. Piala Pertama diraih tahun 1995 dengan mengalahkan Juventus. Bintang2 saat itu antara lain Faustino asprilla, bucci, benarrivo, apoloni, couto, zola, dan Dino Baggio. Parma menang aggregat 2-1 dimana di Ennio tardini menang 1-0 lewat goal Dino baggio sedang di leg 2 menahan juve 1-1 lagi2 goal parma dicetak oleh dino baggio..

Parma meraih piala uefa kedua kalinya tahun 1999 setelahmengalahkan marseille 3-0 lewat gol hernan crespo, enrico chiesa, dan paolo vanoli. Skuad tahun 1999 ini gw bilang paling mantab deh.. GK ada buffon, Beknya ada thuram, cannavaro, sartor, sensini, vanoli dll. Tengahnya ada fuser, baggio, Juan veron dan alain boghossian. sedang di depannya ada duet maut Double C, Chiesa dan Crespo.

Crespo Mengangkat Trophy Piala UEFA kedua Parma Setelah Menggulung Marseille 3-0 tahun 1999

Setelah kasus Parmalat Scandal, mau ga mau parma menjual bintang2nya macem buffon, thuram, Cannavaro, dll.. masuklah parma kedalam masa kegelapan lagi sampe akhirnya degradasi kembali tahun 2008.

Mudah2an tahun ini bisa promosi lagi ke seri-a dan bisa kuat lagi deh...

Skuad Parma Saat Ini:
No. Position Player
1 GK Nicola Pavarini
2 DF Damiano Zenoni
3 DF Luca Antonelli
4 MF Stefano Morrone
5 DF Magnus Troest
6 DF Alessandro Lucarelli
7 DF Paolo Castellini
8 MF Francesco Lunardini
9 FW Reginaldo
10 FW Julio César de León
11 FW Andrea Pisanu
13 DF Marco Rossi
14 FW Daniele Vantaggiato
17 MF McDonald Mariga
19 DF Giulio Falcone
21 MF Alessio Manzoni (on loan from Atalanta)
22 GK Andrea Gasparri
23 DF Cristian Anelli
24 DF Massimo Paci
25 MF Antonino D'Agostino (on loan from Atalanta)
31 GK Gianluca Pegolo
32 MF Alessandro Budel
43 FW Alberto Paloschi
48 DF Francesco Pambianchi
55 GK Paolo Ginestra (on loan from Ternana)
99 FW Cristiano Lucarelli

Sebagai INFO musim 2009/2010 FC PARMA kembali lagi promosi ke seri A Liga Italia setelah musim lalu terperosok di seri B Liga Italia.
FORZA PARMA!!!
Cia Yo!!!

DPT Bermasalah

Pemilu sebentar lagi, Kartu pemilih belum dibagi. Neh dia payahnya KPU didaerah saya (egk tau didaerah lain gimana). Sudah mau dekat-dekat pemilu (sudah tanggal 07-07-09) kartu pemilih belum dikasih, padahal seluruh keluarga saya sudah mendapatkannya. Anehnya diwaktu pemilihan Calon Legislatif lalu nama saya terdaftar dan bisa memilih. Kartunya juga dikasih 3 hari sebelum acaranya. Tapi koq kali ini saat pemilihan presiden nama saya egk tau apakah ada atau tidak ada. Saya Tanya ke panitianya (yang bawa undangan), katanya akan dia cek lagi di kantor. Payah-payah!

Saya warga Negara Indonesia egk bisa milih, padahal ada warga Negara Indonesia yang sementara berada di luar negeri tapi bisa memilih. Mereka tetap diakomodir sebagai pemilih dan masuk DPT. Neh dia lebih baik tinggal dinegara lain daripada dinegara sendiri. Gimana mau berjuang mati-matian mempertahankan pulau-pulau terluar agar tidak dibajak Negara lain, tapi nasib warganya tidak diperhatikan, termasuk hak dalam memilih presiden negaranya. Sama saja tidak dianggap bukan WNI donk?!

Ya sudah mau gimana lagi. Kalo tidak diundang ya ntar saya pergipun tidak akan dikasih hak memilih. Diam dirumah aja nunggu hasilnya. Namun saya tetap mendoakan siapapun yang terpilih nanti agar benar-benar menjalankan tanggung jawabnya dengan baik, jangan mengecewakan rakyat. Juga bagi orang-orang yang telah mendapatkan hak pilihnya, jangan golput. Semua pimpinan adalah terbaik. Jika tidak memilih artinya egois! Pilihlah pada tanggal 08-07-09 nanti. Banyak warga yang nasibnya sama seperti saya, ingin memilih namun tidak bisa memilih. Tolong wakilkanlah suara kami…

Kejadian unik di Net-ku

Langsung saja ya, ada seorang pengunjung di warnet saya. Saya tanya dia mau apa, dan dia bilang mau nyewa internet. Saya pun langsung mempersilahkan dia duduk di komputer yang kosong. Kebetulan di net saya full, dan tersisa satu komputer, tepatnya disebelah meja kasir saya. Setelah dia duduk kira-kira 5 menit, belum juga bisa menyalakan komputernya. Saya heran dan langsung bertanya “ada yang bisa saya Bantu?” dia diam saja. Instingku jalan, dan langsung saja kunyalakan komputernya dengan menekan power CPU. Dia tersenyum, dan sayapun yakin dia merasa terbantu.

Tak lama kemudian saat komputer nyala, langsung muncul layer billing, bukan desktop. Dia terdiam lagi, klik sana-sini egk jelas. Langsung saja kubilang, mbak, klik “Login Personal”. Dia pun segera mengikuti pentunjuk, dan login. Timer pun mulai berjalan.

Saat masuk layer billing, kulihat dia masuk ke program mozilla, buat browser. Tapi dia egk tau mau nulis dimana alamat url nya, kayak mo ketik www.facebook.com, dia bingung, dan bertanya kepada saya, “mas, nih langsung ya?” aku aneh mendengar pertanyaannya. Dalam hatiku pasti dia mau bilang “mas, ini klik dimana ya kalo mau buka Facebook?”

Dan akupun membantunya. Aku ketik www.facebook.com di komputernya. Setelah terbuka situsnya, diapun mulai memasukkan id dan password FB nya. Tapi setelah belasan kali mencoba kelihatannya dia gagal. Dia masih saja berkutat dihalaman home FB nya. Kulihat sudah hampir 10 menit dia berusaha. Tak lama dia merasa “diperhatikan” orang lain, yaitu saya. Mungkin dia malu kalo dia egk bisa buka FB, dan menutup-nutup monitornya dengan badannya, sambil membuka-buka situs yang lain yang tidak jelas.

Saya coba bertanya, apakah sudah buat akun FB, dia diam saja. Berusaha kubantu tapi kayaknya orangnya tertutup. Akupun egk bisa apa-apa karena itu privasinya. Dalam hatiku, meski dia datang duduk diam saja didepan kompi, asal timer nya berjalan dan dia bayar bagiku bukan masalah, dan itu haknya. Sampai sudah batas kesabarannya, karena mungkin malu, dia pura-pura menelepon seseorang, dan bercakap-cakap sekitar 2 menit lebih, dan kemudian menyetop timer/jamnya.

Inti yang dapat ditarik adalah, seseorang janganlah malu untuk bertanya. Ada pepatah mengatakan, malu bertanya sesat dijalan. Berusaha untuk menutup malu bukanlah jalan terbaik, melainkan terbukalah dan katakan apa yang menjadi masalah. Pasti akan ada orang yang menolong anda. Yah meski peluang dibantunya mungkin <50%, tapi adalah labih baik daripada diam menutup diri yang peluangnya sudah pasti 0%.
Ok!

06 Juli 2009

Audition Online (AyoDance)

Semua pasti sudah tidak asing dengan nama Audition Online atau lebih dikenal dengan nama Audition AyoDance di Indonesia, game online bergenre MMO Dance Competition ini banyak digemari kalangan anak muda baik laki-laki maupun wanita dari berbagai umur.

Caranya, kamu masukin dulu game Audition terus kamu masukkin id and password, habis itu kamu pilih tempat misalnya love, friendsship, dsb.

ROSE Online

Ini sebenarnya adalah game paling gampang lho. Game petualang ini (MMORPG) hanya hunt/farming monster aja buat naik level. Semakin banyak kita hunt/farming, maka semakin cepat kita akan naik levelnya.

Dari Level 1 gampang pertama kali maen bisa langsung level 10 dengan sangat cepat.
Tapi jangan terlalu sering hunt (kalau bisa Huntnya monster yang namanya warna merah) pasti kamu dapat exp. lebih banyak. Sering-sering kerjakan Quest yang diberikan.

04 Juli 2009

Rumput lapangan sepakbola GBK rusak parah

Jakarta - Rumput lapangan sepakbola stadion Gelora Bung Karno (GBK) rusak gara-gara diinjak massa saat kampanye SBY-Boediono. Terhadap kerusakan ini, tim sukses SBY-Boediono siap bertanggung jawab.

"Jangan dipolitisasi. Kita akan tanggung jawab sesuai dengan aturan pengelola GBK," kata Kordinator Operasional Tim Sukses SBY-Boediono Yahya Sacawiria usai acara kepada wartawan di GBK, Jakarta Sabtu (4/7/2009).
Dalam kampanye yang dihadiri SBY-Boediono, massa masuk ke tengah lapangan, terutama saat para artis menghibur mereka. Padahal, sejak lama sudah diwanti-wanti agar massa tidak berada di lapangan rumput. Beberapa hari lagi, lapangan itu akan digunakan untuk pertandingan para bintang Manchester United (MU) dengan pemain Indonesia.

Yahya menegaskan tidak ada larangan dari pengelola untuk menggunakan area GBK dalam acara kampanye terakhir ini. "Tiga kandidat diberikan kesempatan sama untuk menggunakan Gelora Bung Karno, jadi kita manfaatkan," imbuhnya.

Dalam kampanye ini, Yahya mengaku sudah memenuhi target untuk pengumpulan massa dari sejumlah simpatisan dan anggota parpol pendukung yang hadir. "Lancar. Massa diatas 200 ribuan, sudah memenuhi target," kata Yahya.

Sumber: www.detik.com

Neh dia payahnya kalo negara miskin kayak Indonesia. Stadion utama buat berlaga timnas pun dipake buat kampanye jual janji. Bahkan 3 pasang calon diberi kesempatan yang sama untuk menggunakannya. Tapi cuma Cawapres JK-WIN aja yang egk memakai stadion itu. Salut untuk JK!

Hasilnya stadion yang bakal dipakai buat menyambut tim besar dunia Manchester United pun rumputnya hancur buangettt. Menampung sekitar 200 ribuan masa SBY Berbudi rumput stadion tidak mampu menahannya. Padahal, waktu beberapa hari lalu Mega Pro saat berorasi menggunakan SBK tidak separah ini. Mungkin karena untuk menunjukkan "kebesaran/kedigdayaan" pendukungnya kali ya?

Salah satu syarat tim eropa mau berlaga di negara-negara lainnya adalah standar rumput yang bagus dan kualitasnya standar eropa juga. Jika rumput sudah hancur begini, mana layak untuk dipakai saat menjamu MU? Bisa malu kita sebagai tuan rumah! Tidak tau apa benar tim sukses SBY Berbudi mau bertanggung jawab atau tidak. Kalaupun ia paling cuma soal ganti rugi aja beli rumput baru. Harusnya saat Cawapres/cawapres berorasi massa pendukungnya harus diingatkan agar tidak merusak rumput yang ada. Berdirilah di lintasan lapangan atau tribun stadion. Bukan berdiri di atas rumput.

Tau egk kalo perbaikan rumput stadion itu tidak gampang. Bayangkan, luas stadion yang kurang lebih 110 x 65 meter persegi harus diperbaiki setiap jengkal sentinya karena rumput tumbuh disemua permukaan. Belum juga jika harus mengganti bibit rumput baru membutuhkan waktu sekitar 2 bulan untuk membuat layak dipakai (rumputnya memiliki akar yang baik, agar tidak mudah tercabut/rusak), dan harus disiram setiap hari agar cepat bertumbuh.

Bahkan tim Persija saja dilarang untuk bermain di GBK ini saat mengikuti kompetisi Liga Indonesia. Alasannya karena stadion GBK bakal dijadikan stadion timnas Indonesia saat berlaga di kontes kejuaraan dunia. Ini karena alasan kampanye semua peserta pemilu bebas menggunakannya. Mana tanggung jawab pengelola GBK nya?!

Saya berharap agar kejadian ini tidak terulang kembali, dan stadion GBK tidak dialih fungsikan. Jangan hanya karena diiming-imingi uang terus GBK nya disewakan. Contohlah stadion-stadion luar negeri, seperti stadion Wembley di Inggris atau stadion Olimpico di Italia yang penggunaannya benar-benar buat sarana olahraga, bukan buat sarana nyari duit...

01 Juli 2009

Michael Jackson Meninggal

Los Angeles: Michael Joseph Jackson atau Michael Jackson tutup usia. Raja musik pop itu meninggal akibat serangan jantung di Rumah Sakit UCLA, Los Angeles, Amerika Serikat, Kamis (24/5) waktu setempat. Sebelumnya, penyanyi kelahiran Indiana, AS, 50 tahun silam ini kesulitan bernapas di rumahnya di Los Angeles, Kamis siang.

Tim paramedis dari tim pemadam kebakaran Los Angeles menerima panggilan darurat dari rumah Jackson sekitar pukul 12.30 waktu setempat. Saat tiba di rumah Jackson, tim paramedis sempat melakukan pernapasan bantuan (CPR) terhadap pelantun tembang Heal The World itu. Jackson kemudian dilarikan ke UCLA Medical Center hingga mengembuskan napas terakhir.

Sumber: Liputan 6.com

Michael Jackson Meninggal karena Malapraktik?
Hollywood LOS ANGELES - Meninggalnya bintang pop Michael Jackson menimbulkan tanda tanya, apa penyebab meninggalnya kakak kandung Janet Jackson itu?

Juru bicara keluarga Michael Jackson, Brian Oxman mengisyaratkan meninggalnya ikon musik Amerika itu karena penyalahgunaan resep obat, sebagaimana dikutip okezone dari femalefirst, Jumat (26/6/2009).

Hal ini mirip seperti yang terjadi terhadap mantan model Playboy Anna Nicole Smith.
Seluruh keluarga yang mengetahui Michael dilarikan ke rumah sakit, langsung bergegas menuju UCLA Medical Center untuk mendampingi penyanyi berumur 50 tahun tersebut, namun mereka terlambat, Jackson sudah meninggal dunia.

Patut diketahui, sebelumnya Michael mengalami penghentian denyut jantung di rumahnya dan dilarikan ke UCLA Medical Center sekira pukul 13.14 waktu setempat.

Sejumlah dokter pun berusaha untuk mengembalikan denyut jantung Michael, namun tidak berhasil.

Kemudian barulah pukul 14.26 waktu setempat, kakak kandung Janet Jackson itu diumumkan meninggal dunia. Untuk kebutuhan koroner, jenazah Michael kemudian dibawa dengan helikopter Sheriff Los Angeles pukul 18.00 waktu setempat menuju kantor koroner.

Sumber:okezone

Malaysia Open 2009

Tak Ada Wakil Indonesia di Final

Indonesia lagi-lagi gagal meloloskan satu pun wakilnya ke final Malaysia Open Grand Prix Gold. Dua wakil tersisa di ganda putra dan campuran semuanya harus mengakui keunggulan lawan.

Dalam pertandingan yang digelar hari Sabtu (27/6/2009), ganda campuran Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa turun pertama untuk meladeni duet China Xu Chen/Zhao Yunlei. Hasilnya, hanya butuh 30 menit, Hendra/Vita harus takluk 12-21, 15-21, dari pasangan yang diunggulkan di tempat ketiga tersebut. Harapan tersisa disematkan ke pundak ganda putra Alvent Yulianto/Hendra Aprida. Mereka menantang ganda tuan rumah, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Hendra Aprida kembali harus menelan pil pahit karena duetnya dengan Alvent tak sanggup membendung Koo/Tan dan kalah 13-21, 21-17 11-21.

Partai final turnamen ini dikuasi oleh tuan rumah Malaysia dan China. Malaysia menempatkan empat wakil, dengan All Malaysian Final di nomor ganda putra. Sedangkan China menempatkan enam wakil dengan nomor tunggal putri dan ganda campuran dipastikan jadi milik mereka.

Ini menandakan suatu preseden buruk bagi tim bulu tangkis Indonesia. 3 kejuaraan yang dilangsungkan di Asia Tenggara (Singapura, Indonesia, dan Malaysia) tidak ada satupun gelar yang didapat. Tidak tahu ada apa dengan timnas Indonesia ini. Sudah diwanti-wanti karena gagal terus, tapi tidak ada perubahan. Kalau begini stop saja mengikuti semua turnamen kejuaraan bulu tangkis yang ada untuk sementara waktu. Dari pada harus buang-buang duit tapi tidak ada hasil, hanya kegagalan dan sakit hati terus yang didapat.

Bagaimana nanti di Sea Games 2009 mendatang? Kalau begini prestasi yang ditorehkan. Selama tahun ini (sampai bulan juni), baru 1 gelar yang didapat dari semua kejuaraan resmi. Sudah capek sekali saya ngomong gini terus. PBSI harus benar-benar berbenah, dengan mengambil langkah esktrem. Kalau egk mau kita bisa dicap “goblok” oleh tim-tim yang lain. Bahkan, dikandang saja kita tidak mampu berdiri lagi.

Saya sarankan kepada “bos” PBSI kalau anda tidak mampu memegang tanggung jawab segera mundurlah dengan terhormat. Jangan sampai prestasi Indonesia HABIS ditangan anda! Begitu pun dengan “pemain-pemain tua” yang ada di pelatnas. Kalau tidak mau latihan serius, anda mundur saja! Masa baru main 2 set sudah “minta ganti”? Fisik selalu menjadi kendala. Anda kan atlit bulu tangkis, tentunya harus siap bermain 3 set, serta istirahat selang sehari setiap pertandingan. Bukannya malah berhadap mujur menang 2 set langsung. Ingat, Fisik adalah modal nomor satu untuk setiap jenis olahraga lapangan! Menang skill saja = Cuma 25% kemenangan. Kalau perlu, GANTI pelatih yang ada kalau pelatihpun cuma menang prestasi masa mudanya dulu.

Mau apa lagi? Lihat saja bagaimana perkembangan timnas Indonesia ini kedepannya di turname-turnamen yang lain. Saya akan tetap mengkritik jika prestasinya tidak ada perubahan, karena satus-atunya olahraga lapangan yang masih menjadi “muka” Indonesia adalah bulu tangkis ini…