Tampilkan postingan dengan label Warnet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warnet. Tampilkan semua postingan

29 Mei 2017

Orang Manado : Biar Kalah Nasi Yang Penting Jangan Kalah Aksi

Yup. Itulah (salah satu) semboyan orang Manado. Ceritanya, ada seorang Bapak2 (lalu seorang Ibu2 juga) yang datang ke warnet dengan maksud mau copy KTP. Dia tanya berapa selembar, gue bilang seribu perak om. Eh langsung ngomel2 sambil maki2 dia, teriak2 warnet gua sudah untung banyak.

26 Mei 2013

Ulang Tahun Warnetku Yang Ke-5

Tak terasa, hari ini tanggal 26 Mei sudah genap lima tahun warnetku live di tengah-tengah masyarakat kotaku. Meski persaingan makin keras, namun masih tetap eksis sampai sekarang Kalau di ingat-ingat flashback ke belakang, rasanya perjalanan warnetku ini bisa dijadikan sebuah film dokumenter. hehehe. Selain itu, ada yang spesial dengan ulang tahun warnetku kali ini, dimana hampir bertepatan dengan hari Waisak (Hari raya agama Budha), yang tahun ini jatuh pada tanggal 25 Mei. Ya, semoga saja diberkati kedepannya.

05 Februari 2013

Dapat Duit ?

Kemarin sore sewaktu saya lagi jaga billing di warnet, saya kaget karena ada selembar uang seratus ribu (warna merah tentunya, hehehe) yang tergeletak di lantai. Perasaanku bingung engga karuan waktu itu (hihi). Apalagi posisi jatuh duit "cepek" tersebut berada diantara 4 tempat duduk user (saling membelakangi) yang semuanya ada orang. Sebelumnya ada 2 user yang keluar bersamaan (selesai).

21 November 2012

Layanan Warnet Bonus CSO Tidak profesional

Salah satu provider game online, Megaxus, melalui game terbesarnya saat ini, Counter Strike Online (CSO) membuat program bertajuk WARNET BONUS. Adapun program "Warnet Bonus" ini adalah dengan menawarkan sejumlah kelebihan/bonus kepada players nya, seperti penambahan Exp & Point Up, bonus senjata permanent in game, daily quest/mission yang berhadiah, dsb. Tetapi, syarat untuk mendapatkan itu semua adalah setiap warnet harus mengantongi IP Static yang harus didaftarkan kepada mereka (pihak CSO).

08 November 2012

Metode Promosi Game LYTO Kurang Efektif

Hari ini, warnet saya mendapat kunjungan dari salah satu perusahaan "distributor game", LYTO. Awalnya mereka cakap-cakap dengan saya, bagus. Mereka menawari order pemesanan spanduk game, serta memberikan CD game-game terbaru mereka. Mereka datang untuk mempromosikan game terbaru mereka, game xxx (tidak dapat saya sebutkan).

17 Juni 2012

Warnet Menjamur Lagi?

Warnet menjamur lagi? what? Ya, itulah kenyataannya yang terjadi. Ditengah tumbangnya satu persatu warnet lantaran kehabisan pengunjung dan persaingan dengan membanjirnya laptop All in One, yang sudah bisa konek internet via modem, hp, flash, atau HP canggih yang sudah dapat terkoneksi internet murah dengan layanan kartu GSM/CDMA selular, usaha warnet masih saja diminati.

Ini dibuktikan dengan akan segera beroperasinya salah satu warnet menengah (20-40 unit/PC) di kotaku. Tapi, lokasi yang akan ditempati menurutku kurang strategis, karena hanya berada di depan jalan raya saja, tanpa ada sumber trafik/pengunjung tetap, seperti sekolah, kampus, tempat kursus/les, dsb, yang memungkinkan untuk regenerasi pengunjung (penting sebagai penyeimbang titik jenuh). Hal ini mungkin masih kurang dipahami oleh orang awam. Artinya, pengunjung "dadakan" akan lebih mendominasi dan itu berbahaya untuk omzet hariannya yang akan sering berfluktuasi.

26 Mei 2012

Ulang Tahun Warnetku Yang ke-4

Tak terasa, hari ini tanggal 26 Mei sudah genap empat tahun warnetku live di tengah-tengah masyarakat kotaku. Meski persaingan makin keras, namun tetap eksis sampai sekarang, haha. Kalau di ingat-ingat flashback ke belakang, rasanya perjalanan warnetku ini bisa dijadikan sebuah film dokumenter.

Harapan saya, Semoga usaha ini tetap jaya, listrik PLN jarang mati dan koneksi Speedy lancar-lancar terus kedepannya, karena hanya dua faktor kunci inilah warnet bisa beroperasi, hehe. Semoga juga pesaing-pesaingku bertumbangan satu per satu, karena siapa yang dapat bertahan paling akhir, dialah pemenangnya, hihi...

26 Mei 2008 - 26 Mei 2012
Xie Shen En!

28 Mei 2011

3 Tahun Warnetku Berdiri


Tepat tanggal 26 Mei kemarin, sudah 3 tahun warnetku berdiri. Wah, luar biasa yah, coz jarang banget satu warnet bisa eksis sampe 3 tahun. Biasanya 1-2 tahun sudah KO, hehe. Di sekitar lingkungan tempat tinggalku, warnetku ini yang pertama ada. Yang lain, cuma ngikuuttt. Karena tengok-tengok di warnetku full, timbul keinginan buat menyaingi, zzz.

Tapi, memang tak mudah bertahan, karena persaingan semakin berat. Selain karena banyak pelanggan yang sudah memasang koneksi langsung dirumah, warnet disekitar rumahku juga semakin menjamur kek jualan kacang goreng, hihi. Tapi, kunci keberhasilan dalam mengelola usahaku ini adalah, "siapa yang bertahan paling lama, dialah pemenangnya". Silahkan artikan sendiri apa maksudnya. Tiap malam selalu ku berdoa, semoga warnet2 tetanggaku pada tutup semua. wkwkwkwk....

08 Januari 2011

Maaf, Disini Bukan Tempat Kursus

Akhir-akhir ini, banyak sekali pengunjung net yang datang. Tapi, kebanyakan mereka awam (bisa dibilang gaptek). zzz..susah juga. Sudah awam, saat mo bayar pake nawar lagi. Kek pasar aja. Mungkin harus kutulis didepan pintu masuk ”Maaf, disini bukan tempat kursus”. Hehe. Kita (OP net) ada prosedurnya bantu client sampe sejauh mana. Kalo soal teknis, sep. Kalau sudah non teknis, seperti disuruh bantuin buka ini, buka itu, tolong isikan passwordnya (ntar besok2 ID mu dibobol nuduh aku lagi), cara klik gimana, ketiknya gimana, dll bla..bla..bla mending ikut kursus dulu pak/bu..kamsia...

Ada cerita temanku, seorang pengusaha toko komputer. Pernah katanya ada kejadian gini. Ada ibu-ibu, datang mau beli flash disk. Pas mo beli, itu ditanyain ampun kali. Ini cara savenya, abis colok, terus gimana? Bisa peragain? Coloknya dimana?, ada garansi egk?, bisa dituker egk?, ntar bisa bantuin egk kalo macet? Bla..bla..bla..kira-kira 2 jam baru si ibu itu mau beli. Ckck. Memang si, pembeli adalah raja. Nah lo kalo pembelinya kek gini, Cuma cuan (untung) 5000 perak malah tekor. Malah koq lebih mirip jongos kali yah..hihi..

Mungkin, karena perkembangan zaman kali yah. Setiap orang dituntut untuk menguasai teknologi. Kalo anak muda sih, gak masalah. Masalahnya ni orang tua/tui, soalnya dulu pas mereka sekolah di era 1970-1980an kan belum ada komputer. Kalaupun ada, komputernya pasti model jadul banget. Jadi yah gini, ada kevacuman generasi. Tapi gapapalah, mungkin bisa dijadikan peluang usaha juga ya. Buka jasa/kursus komputer. Hehe..Itung-itung jadi uang saku...terutama bapak-bapak/ibu-ibu. Siapa tau malah dapat tips gede. Tapi, ntuh lo ajarinnya tellme banget...@_@

12 November 2010

Usaha Warnet Kian Digemari

Ya, sesuai dengan judul diatas, usaha mendirikan warnet kini malah makin digemari banyak orang. Alasannya, karena banyak yang beranggapan bahwa usaha net-an lebih mudah dan memiliki resiko lebih kecil dibanding usaha lain. Selain modal yang dibutuhkan tidak sebesar dibandingkan beberapa tahun lalu, usaha ini juga masih bebas pajak pemerintah sampai saat ini. Padahal, kalau mau jujur, rata-rata omzet warnet dalam beberapa tahun terakhir juga menurun dengan berbagai macam sebab/alasan.

Padahal, mereka (yang akan membuat usaha warnet kedepannya) tidak berpikir kalau usaha ini perlu pengalaman dan ketekunan dalam menjalankan usaha. Sebagai contoh, ada warnet tetangga saya, yang karena tergiur dengan ”katanya” usaha warnet bisa mendapatkan omzet sejuta sehari hanya dengan modal 10-15 komputer, akhirnya malah bangkrut duluan. Selain sepi pengunjung (pasar potensial sudah habis), komputer mereka juga banyak yang kena virus dan rusak akibat tidak ada penanganan yang tepat dan berpengalaman.

Bagi mereka, yang penting duit masuk. Tinggal pakai orang kerja buat jaga dan duit mengalir kayak air masuk ke laci meja. Mereka tidak tahu kalo penyakit komputer terkadang lebih kronis dibanding penyakit manusia atau mesin mobil. Perbandingan penyakit komputer bisa 1”1.000.000 dalam skala kecil. Mereka juga pasti tidak menyiapkan biaya perawatan apabila ada kerusakan, karena berstatus ”baru”. Bahkan, ada orang tua/pasutri yang buta teknologi pun kepincut untuk membuat warnet dengan alasan ”gengsi” setelah melihat tetangganya sukses dalam usaha warnet. Ckck...

24 April 2010

Warnet Tutup

Sudah 2 Minggu terakhir ini, di daerah saya, banyak warnet yang mau tutup. Alasan klasiknya habis kontrak. Padahal kalo dipikir-pikir, kalo memang omzet warnet seperti yang diumbar-umbar ke publik yang konon katanya dengan modal 10 unit bisa dapat sejuta per hari, harusnya untuk biaya kontrak/sewa ruangan tidak masalah. Inilah fakta yang sebenarnya, usaha warnet sudah mulai memasuki masa senja!

Yang paling menggelitik ada satu warnet, mungkin karena sudah tidak kuat menangggung biaya operasional, beralasan untuk menjual warnetnya, atau tukar kepemilikan. 16 unit (belum termasuk billing dan server/router) dengan spek ”hanya” Pentium IV, RAM 512 MB, HD 80 GB, dan layr LCD 15’, dibandrol 75 juta. Ckck..itu bercanda ya? Maaf bukan mau menghina, tapi sebagai orang yang cukup makan asam garam di dunia perwarnetan, spek seperti itu paling banter Cuma bisa kepake di kasir toko aja.

Coba dihitung, dengan sewa 35 juta/tahun (menurut pengakuan si penjual warnet), dan dengan menyisakan 6 bulan (1/2 tahun), jadi 17,5 juta. Kalo 75 juta dipotong biaya sewa 17,5 juta sama dengan 57,5 juta. Kalo dibahagi 18 unit, itu rata-rata 3,2 juta. Dengan spek ”serendah” itu dihargai 3,2 juta sudah termasuk meja+kursi), jangan becanda deh! Wong beli baru aja sudah dapat 2,75 juta dengan spek RAM 1 GB, HD 160, LCD 17’, dan dengan ditopang processor Dual core. Kalo mau full game tinggal colokan saja VGA Cardnya.

Kesimpulannya, bagi yang lagi minat nyari2 usaha apa yang cocok untuk saat ini, mending saya saranin tabunglah duit anda daripada buka warnet yang ”konon” katanya bisa dapat omzet sejuta/hari, dengan 10 unit saja. Itu orang cacad yang ngomong. Mending buka usaha traveling aja. Haha. Atau buka lapak sederhana. Haha. Tapi kalo anda nekad n benar2 pingin buka usaha net-an, bisa konsultasi saya disini. Soal tarif, cin cay lah...hehe..Dijamin info2nya, coz saya orang dunia perwarnetan juga. Tapi bukan baru buka kemarin sore, sory yah, sudah farming duluan coy..oke..yang mo nanggapin or tambahin dilahkan dibawah ini.

27 Oktober 2009

NASIB WARNET DIMASA KINI

Sewaktu awal bulan januari tahun 2009, banyak warnet yang mulai buka akibat demam facebook.Tapi kini, saking banyaknya warnet baru, malah akhirnya semua warnet terancam bangkrut. Inilah perilaku warga didaerah saya. Dimana ada gula disitu ada semut. Dimana ada peluang pasar, disitu akan ada usaha. Padahal harusnya yang turut menjadi bahan pertimbangan sebelum membuka usaha adalah efek jangka panjangnya itu seperti apa. Apakah jenis usaha ini tahan lama atau tidak (Cuma musiman).

Pemerintah yang seharusnya menjadi “pengatur” malah lebih terkesan diam saja. Padahal, bukan Cuma jenis usaha warnet saja, tetapi semua jenis usaha, seperti restaurant, hotel, toko, supermarket, bisnis travel/penjualan tiket pesawat, dan berbagai macam bisnis usaha lainnya, yang kesemuanya harus ditata sebaik mungkin, agar jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit, agar tidak terjadi monopoli. Jika suatu usaha bangkrut akibat terlalu banyak pesaing, efek jangka panjangnya adalah pemasukan pajak ke pemerintah berkurang, tenaga kerja menjadi pengangguran, tingkat kerawanan naik, kemiskinan pun akan ikutan naik, karena masyarakat tidak memperoleh pendapatan. Ujung-ujungnya pemerintah juga yang rugi. Maka dari itu, pemerintah haruslah menciptakan efek berusaha yang kondusif.

Semuanya menurut pemikiran saya, haruslah ditata (dibatasi), dengan menghitung jumlah penduduk dan pangsa pasar disuatu daerah tersebut. Akibatnya, misalnya sebuah hotel, yang didalam suatu daerah mencapai puluhan, sedangkan didaerah itu jumlah penduduknya terbatas, dan potensi wisatanya juga kurang, ya mana bisa maju. Apalagi menurut perhitungan umum tingkat hunian hotel-hotel, minimal rata-rata harus terisi paling kurang 50% dari total kamar yang ada. Kalau dibawah itu dan berlangsung lama, alias egk naik-naik, ya tinggal tunggu waktu saja untuk gulung tikar. Hal ini berarti bagi penanam modal, merupakan langkah yang sia-sia, dan modal mereka terbuang percuma.

Akan sama halnya juga dengan usaha warnet. Dengan modal yang relatif cukup kecil, seseorang sudah dapat membuka usaha warnet sendiri. Bagus, untuk dari segi entrepreneurship/kewirausahaan. Tapi menurut saya, adalah pemikiran kurang matang. Jangan karena hanya melihat bahwa satu warnet banyak pelanggannya, lantas mengambil kesimpulan bahwa berarti semua warnet juga akan sama banyak pelanggannya. Ia harusnya menganalisis kapan bisa balik modal, atau malah patah ditengah jalan, akibat menurunnya jumlah pelanggan dan begitu banyaknya pesaing yang ada. Begitupun dengan pemilihan lokasi, jika berada di dekat sekolah, mall, atau tempat-tempat ramai lainnya, akan lain ceritanya. Tapi jika lokasi warnetnya cuma dilorong?

Ilustrasinya begini, misal didaerah A, tepatnya dijalan B, berdiri sebuah warnet C dengan berdaya tampung 20 unit. Rata-rata pelanggan hariannya adalah 100 orang per hari. Jika harga perjam internetnya Rp 5000, dan rata-rata orang menggunakan 1 jam saja, berarti 100 x Rp.5000 = Rp.500.000 omzet hariannya. Tak lama berdiri juga sebuah warnet D tak jauh dari lokasi warnet C. Asumsinya, pelanggan terbagi 2, menjadi 50 orang per hari. Omzetnya pun bisa saja terbagi 2, yaitu menjadi Rp. 250.000 per hari. Ya katakanlah ada pelanggan dari luar wilayah itu, sebanyak 20%, atau 20 orang (100 x 20%). Omzet tambahannya 20 x Rp5000 = Rp.100.000, atau Cuma sebanyak Rp.50.000 apabila sudah ada 2 warnet disatu lokasi. Jadi total omzetnya Rp.250.000 + Rp.50.000 = Rp.300.000/hari.

Nah, belum lagi jika berdiri lagi warnet E, F, G, dan seterusnya. Tinggal dibagi saja total omzet rata-ratanya. Belum juga dipotong “efek jenuh pelanggan”, atau bahasa lainnya pelanggan sudah bosan untuk membuka akun FBnya. Hal ini yang sebenarnya paling ditakuti warnet. Jika pelanggan berkurang, efeknya dalah omzet berkurang. Jika dilihat, semakin kecil bukan? Nah apa jadinya bisa omzet sudah tidak mencukupi lagi untuk membayar kebutuhan operasional? Jawabannya adalah bangkrut.

Hal ini semoga semakin membuka wawasan kita, bahwa begitu pentingnya kata PERENCANAAN. Jangan hanya melihat suatu usaha maju, lantas mengikutinya kayak bebek, tanpa mempertimbangkan unsur resiko dan efek jangka panjangnya. Akibatnya bisa fatal. Untung-untung bisa pulang pokok, kalau tidak? Sedangkan kata pulang pokokpun sebenarnya diasumsikan rugi, karena bila kita depositokan, paling tidak akan terdapat untung dari bunga bank. Akhir kata jika ada koreksi, tambahan, atau masukkan dari pembaca dapat diposting bagian dibawah tulisan ini sebagai komentar. Terima kasih!

STANDARISASI NET

Berhubung demam facebook belum habis melanda dunia ini, termasuk di Indonesia, kini warnet pun makin hari makin menjamur. Sayang, kadang kala kualitas sebuah warnet sudah terlalu dibawah standar, termasuk kinerja operatornya (penjaga warnet).

Sebuah warnet haruslah tetap menjaga kualitasnya, seperti pelayanan yang prima, ruangan yang representative, fasilitas-fasilitas pendukung yang memadai, termasuk spek computer yang layak pakai.

Seorang operator harus bisa menjaga sikap dan nama baik warnetnya. Seorang operator menjadi ujung tombak maju tidaknya sebuah warnet. Seorang operator juga mencerminkan bagaimana sikap pemilik warnetnya (bos) dan para tamu yang datang. Alasannya, jika seorang operator sifatnya buruk, tidak mungkin sang pemilik akan mempekerjakannya, kecuali sang pemilik juga bermental buruk. Demikian halnya dengan para tamu yang sering nongkrong di warnet itu, tidaklah mungkin tamu-tamu bermental preman atau pencuri, kecuali operatornya juga bermental yang sama. Seorang operator juga dituntut punya daya respon yang tinggi, dan punya dedikasi yang baik bagi kemajuan tempat kerjanya.

Sebuah warnet juga harus memperhatikan kebersihannya. Usahakan agar didalam warnet tidak boleh merokok, baik warnet itu memiliki AC ataupun tidak. Alasannya sederhana, asap dan puntung rokoknya tentu tidak baik bagi kesehatan. Tentu juga akan membuat meja dan lantai menjadi kotor. Sebuah harga mati bagi Admin/OP warnet agar tidak boleh merokok sementara bertugas. Alasannya, kalau anda merokok, pastilah para tamu yang datang pasti akan ikut merokok juga.

Alangkah baiknya sebuah warnet dilengkapi fasilitas-fasilitas yang memadai, seperti mempunyai AC, Exhouse, baling-baling, kipas angin, kamar mandi, CCTV/kamera pemantau, penerangan yang baik, dll. Termasuk juga keamanan dilingkungannya. Tidak ada tamu yang mau masuk ke warnet anda jika disekeliling warnet anda banyak premannya, atau tidak punya lampu jalan, di lorong yang gelap, dll.

Selanjutnya adalah kualitas spek computer yang digunakan, tentunya haruslah memenuhi standar pemakaian yang layak. Jangan hanya karena ingin menekan cost lalu anda memakai spek palsu dan bekas. Spek yang menjadi standar antara lain:

1. keyboard standar (disarankan ujung kepala bulat/PS2, jangan yang usb),
2. mouse standar (disarankan ujung kepala bulat/PS2, jangan yang usb),
3. speaker standar saja,
4. layar LCD (jangan tabung CRT, sudah egk zamannya lagi, bikin sakit mata aja),
5. RAM minimal 1GB (lebih tinggi lebih bagus),
6. Harddisk min 80GB (lebih tinggi lebih bagus),
7. Mother board Asus (ini merknya macam2, tapi disarankan pilih yang umum2 saja),
8. Procecor dual core (lebih tinggi lebih baik, seperti core 2 duo dll, bisa saja memakai AMD atau intel atom)
9. VGA chip Geforce GS series min 256MB (lebih tinggi lebih baik, karena tujuan dari pemasangan VGA adalah untuk meringankan kinerja motherboard dalam memproses gambar/video beresolusi tinggi)
10. Power supply ATX (400/450watt)+ casing dengan body yang tebal, jangan ambil yang tipis)
11. Disarankan tidak menggunakan drive VCD, karena bukan untung malang puntung karena sering rusak dan tidak terlalu penting, karena sudah ada media flash disk)

Demikian standar-standar sebuah warnet yang baik. Jika anda yang berniat membuka warnet, uraian diatas bolehlah menjadi bahan pertimbangan anda. Juga baik yang sudah memulai usahanya dibidang warnet ini, kiranya uraian diatas boleh menjadi masukan bagi kemajuan warnet anda.

20 September 2009

Waspada Terhadap Gamers

Hari ini benar-benar bikin saya marah-marah. Di net saya rupanya ada pemain bermental pencuri. zzz… Padahal semenjak 6 bulan yang lalu ada beberapa gamers di net kami yang saya keluarkan akibat bermental preman. Maksud bermental preman disini adalah suka mengganggu gamers-gamers lainnya, seperti suka meminta uang (memajaki), mengancam, membuat keributan, dan lain-lain.

Kayaknya harus lebih berhati-hati nih. Silap mata sedikit saja barang-barang inventori kecil di net bisa hilang, seperti mouse, speaker, dll. Paling parah jika net besar, dan tidak mempunyai pegawai “mata-mata”, atau istilahnya pengontrol di dalam ruangan. Bisa-bisa VGA dan Motherboard bisa dicopot. Seorang gamers bisa saja membawa obeng atau sejenisnya, guna membuka penutup CPU. Sedangkan di net saya aja yang tergolong jumlah unit sedikit, juga tetap kecurian. Untung barangnya belum sempat dibawa keluar. Masih bisa diamankan.

Yah, saran saya agar semua pemilik Warnet, termasuk para OP dan Adminnya, dan kalo ada cleaning servisnya harus ekstra waspada. Lihat tampang-tampang mencurigakan yang masuk ke warnet anda. Apalagi yang sering/pernah membuat masalah kecil didalam warnet. Kalo perlu pasanglah kamera CCTV. Sekian saja tulisan saya ini. Semoga dapat mengigatkan anda semua pelaku pengusaha bisnis warnet.

20 Agustus 2009

Ciri-ciri net mau Gulung tikar

Berikut ciri-cirinya. Jangan ketawa-tawa yah, coz saya op net negh. Jangan pikir net saya yang...zzz

dulu biasa buka 24 jam sekarang cuma buka ½ hari,
Dulu biasa buka pagi sekarang sudah buka siang,
dulu pagi-pagi sudah ada pelanggan sekarang pagi-pagi malah kosong,
dulu pengunjungnya antri sekarang tidak lagi,
dulu udaranya panas sekarang udaranya dingin (dalam ruangan),
dulu OP nya semangat sekarang loyo,
dulu membernya banyak sekarang sedikit,
dulu bisa monopoli sekarang sudah banyak saingan,
dulu komputernya tahan banting sekarang sering ngadat,
dulu pemiliknya unjuk gigi sekarang unjuk gusi,
dulu laci duitnya sering kebuka sekarang sering ketutup,
dulu OP nya sibuk kerja sekarang malah sibuk online.

Ada tambahan?

13 Agustus 2009

Usaha Warnet Mulai Sepi

Akhir akhir ini Pengunjung Net kayaknya mulai terjadi penurunan. Egk tau kenapa juga. Kalo dulu biasanya anak-anak sekolahan habis pulang selalu singgah ke Net, tapi sekarang sudah tidak lagi. Paling cuma 1/3 nya aja yang masih mampir. Saya pun penasaran dan mencoba untuk bertanya, jawab mereka sudah bosan dengan game online. Sekarang aja mereka cuma bermain game Dota saja untuk menghabiskan waktunya.

Sebagai seorang Gamers juga, tentu saya paham. Dalam bermain game online, tentu saja yang paling asyik adalah menaikkan level. Tapi, semakin tinggi level, semakin susah naiknya. Nah, jika telah sampai pada titik jenuh, kadang-kadang juga kita akan merasa bosan. Apalagi sudah masa sekolah lagi, jadi waktu untuk bermain pasti berkurang untuk ke sekolah dan buat PR. Nah, kalo sudah begini game yang paling cocok adalah Dota. Karena game ini bisa dimainkan sendirian maupun tim. Game ini bukan tipe petualangan (farming), jadi tidak perlu meningkatkan level secara rutin.

Begitupun dengan para internetan yang biasa mampir untuk membuka facebook. Kalo dulu sampe ngantri demi sekadar membuka akun untuk cek pesan baru, sekarang tidak lagi. Seseorang paling hanya ke Net 3 hari sampai seminggu sekali untuk mencek akunnya. Tidak tahu juga apakah mereka sudah mulai bosan juga yah dengan “online online” terus, haha.

Tapi bisa saja karena banyaknya provider telepon selular yang menawarkan paket internet murah, yang bisa di akses melalui HP maupun Laptop. Caranya pun lebih praktis, karena tanpa kabel. Tinggal colok aja Modem yang berbentuk USBnya ke HP atau Laptop, sudah bisa online tuh. Yah meski koneksinya kadang-kadang agak lelet juga, apalagi pas cuaca tidak bersahabat. Apalagi mau buat download, egk akan maksimal tuh. Speed max nya < 7,5 kbps. Apalagi pake bandwih/dibatasi pemakaiannya.

Yah mau gimana lagi. Awal tahun lalu (2008) sebelum facebook menjamur, banyak warnet yang hampir tutup gara-gara sepi pengunjung. Nah, awal tahun ini (2009) malah banyak warnet yang buka karena facebook menjamur. Sayang, umurnya hanya seumuran jagung. Memasuki pertengahan tahun, sudah mulai terasa ada penurunan. Semoga hal ini hanya berlangsung sementara saja…

07 Juli 2009

Kejadian unik di Net-ku

Langsung saja ya, ada seorang pengunjung di warnet saya. Saya tanya dia mau apa, dan dia bilang mau nyewa internet. Saya pun langsung mempersilahkan dia duduk di komputer yang kosong. Kebetulan di net saya full, dan tersisa satu komputer, tepatnya disebelah meja kasir saya. Setelah dia duduk kira-kira 5 menit, belum juga bisa menyalakan komputernya. Saya heran dan langsung bertanya “ada yang bisa saya Bantu?” dia diam saja. Instingku jalan, dan langsung saja kunyalakan komputernya dengan menekan power CPU. Dia tersenyum, dan sayapun yakin dia merasa terbantu.

Tak lama kemudian saat komputer nyala, langsung muncul layer billing, bukan desktop. Dia terdiam lagi, klik sana-sini egk jelas. Langsung saja kubilang, mbak, klik “Login Personal”. Dia pun segera mengikuti pentunjuk, dan login. Timer pun mulai berjalan.

Saat masuk layer billing, kulihat dia masuk ke program mozilla, buat browser. Tapi dia egk tau mau nulis dimana alamat url nya, kayak mo ketik www.facebook.com, dia bingung, dan bertanya kepada saya, “mas, nih langsung ya?” aku aneh mendengar pertanyaannya. Dalam hatiku pasti dia mau bilang “mas, ini klik dimana ya kalo mau buka Facebook?”

Dan akupun membantunya. Aku ketik www.facebook.com di komputernya. Setelah terbuka situsnya, diapun mulai memasukkan id dan password FB nya. Tapi setelah belasan kali mencoba kelihatannya dia gagal. Dia masih saja berkutat dihalaman home FB nya. Kulihat sudah hampir 10 menit dia berusaha. Tak lama dia merasa “diperhatikan” orang lain, yaitu saya. Mungkin dia malu kalo dia egk bisa buka FB, dan menutup-nutup monitornya dengan badannya, sambil membuka-buka situs yang lain yang tidak jelas.

Saya coba bertanya, apakah sudah buat akun FB, dia diam saja. Berusaha kubantu tapi kayaknya orangnya tertutup. Akupun egk bisa apa-apa karena itu privasinya. Dalam hatiku, meski dia datang duduk diam saja didepan kompi, asal timer nya berjalan dan dia bayar bagiku bukan masalah, dan itu haknya. Sampai sudah batas kesabarannya, karena mungkin malu, dia pura-pura menelepon seseorang, dan bercakap-cakap sekitar 2 menit lebih, dan kemudian menyetop timer/jamnya.

Inti yang dapat ditarik adalah, seseorang janganlah malu untuk bertanya. Ada pepatah mengatakan, malu bertanya sesat dijalan. Berusaha untuk menutup malu bukanlah jalan terbaik, melainkan terbukalah dan katakan apa yang menjadi masalah. Pasti akan ada orang yang menolong anda. Yah meski peluang dibantunya mungkin <50%, tapi adalah labih baik daripada diam menutup diri yang peluangnya sudah pasti 0%.
Ok!

10 Juni 2009

USAHA WARNET KIAN MENJAMUR

Beberapa bulan terkahir ini bisnis warnet kian menjamur. Hal ini menurut pandangan saya akibat menjamurnya situs pertemanan dunia maya, tak lain bernama facebook. Padahal waktu awal sebelum adanya facebook, atau facebook masih belum nge-tren, banyak warnet yang nyaris tutup! Karena kepopuleran Mr. Barrack Obama lah, saat berorasi politik kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat yang mengangkat facebook, besutan Mark Elliot Zuckerberg menjadi terkenal dan kian menjamur dimana-mana. Konon, jumlah pengikut situs ini sudah melewati 150 juta orang! Benar-benar bukanlah sebuah angka yang sedikit jumlahnya.

Sekarang, bagi anak muda, tidak memiliki akun facebook = kuper dan ketinggalan zaman. Tapi, saya melihat, banyak juga orang tua sampai kakek nenek tertarik menggunakan situs ini sebagai ajang pertemanan, bahkan tak jarang untuk menarik massa dan mencari laba keuntungan semata. Ada juga yang menggunakan situs ini untuk membuat grup-grup tertentu, termasuk dalam menyebarkan agama mereka masing-masing.

Akibat dari “perubahan tren” dunia ini, kian banyaklah orang yang mulai mengeruk keuntungan, khususnya dibisnis provider jaringan sampai bisnis net. Contohnya saja di daerah saja, semula jumlah warnet yang terdaftar sebelum tahun 2008 sekitar <>100 net! Di sekitar lingkungan saya, bahkan sudah ada sampai 5 net! Bukannya takut bersaing, tapi sedikit banyak tentu juga akan menurunkan omzet yang didapat. Misalnya dulu 100 dibagi 3, sekarang 100 malah dibagi 5.
Maka untuk menarik/memenangkan hati pelanggan, layanan nomor 1 lah yang harus dikedepankan. Termasuk membenahi interior warnet dan kualitas jaringan yang dimiliki. Tentu anda tidak mau bukan jika tamu yang dating selalu meneriakkan kata “wew, jaringan net nya LELET abis!” Pasti juga besok-besok jangan anda harap mereka mau datang lagi.

Begitu pun dengan pihak provider, jangan tergiur laba yang banyak (akibat lonjakan pemasang baru), terus malah menambah nomor/saluran pemasangan baru. Misalnya kuota nomor/saluran disuatu daerah dijatahkan 250 nomor. Tapi Karena banyaknya permintaan sambungan pemasangan baru, mereka (pihak provider) malah terus menerima tawaran tersebut. Jadinya jika kuota jaringan, misalnya 1GB mampu menampung 250 nomor/saluran, bahkan ada spasi lebih dari cukup untuk menjaga pada saat jaringan down, kini telah ada 500 nomor/saluran yang terpasang. Bisa anda banyangkan, jadi kuantitas bandwith jaringan yang tersisa bisa dibilang tinggal 50%. Itu belum termasuk sambungan liar yang dipasang oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Jadilah hampir setiap hari jaringan lelet terus dikeluhkan. Putus nyambung koneksi merupakan hal yang biasa. Termasuk alas an klasik dari CS nya provider masing2, “maaf, ada gangguan satelit, tiang telepon/kabel tumbang akibat angin, dsb”.

Disini saya tidak memiliki solusi yang bisa diterapkan pada kasus yang sedang terjadi sekarang ini. Paling hanya menunggu saja sampai “demam facebook” yang melanda hampir semua negara ini mereda. Dengan demikian pasti akan banyak lagi net yang tutup, dan pengguna personal/pemakai dirumah pasti akan segera memutus sambungan internetnya karena sudah bosan dengan “FB”.