19 November 2011

Final Sepak Bola Sea Games 2011


Final Sea Games 2011 cabang olahraga sepakbola dipastikan akan berlangsung seru, setelah Malaysia dan Indonesia sama-sama memastikan kemenangan atas lawan-lawannya. Malaysia menang 1-0 atas Myanmar, sementara Indonesia menang 2-0 atas Vietnam. Final kali ini, mengingatkan kita akan final AFF Suzuki Cup tahun 2010 lalu, dimana di partai final, Malaysia sukses melumat Indonesia dengan skor agregat 4-2. Final Sepak Bola Sea Games sendiri akan dilaksanakan pada hari Senin, 21 November 2011 pukul 19:30 Wib. Semoga Indonesia bisa membalas kekalahan "senior" mereka tahun lalu atas Malaysia!

17 November 2011

Malaysia Kalahkan Indonesia, RD Blunder


Indonesia harus menelan malu kalah di kandang sendiri, stadion utama Gelora Bung Karno dengan skor tipis 1-0 bagi kemenangan Malaysia. Gol semata wayang tim Harimau Muda dicetak oleh Syahrul Azrawi di menit ke-17. Di Laga yang sejatinya sudah tidak berpengaruh banyak, hanya tinggal menentukan siapa juara grup A untuk menghadapi runner-up grup B, Myanmar (juara grup B Vietnam), Indonesia terkesan tampil seadanya.

Ya, dengan dukungan puluhan ribu suporter, Rahmat Darmawan terkesan berjudi dengan membangku cadangankan sekitar 5-6 pemain intinya. Hasilnya, Malaysia terlihat sangat mendominasi jalannya pertandingan. Ujung tombak timnas U-23, Yongki Ariwibowo terlihat tidak mampu menjadi tembok dibarisan depan guna menahan bola. Dia malah lebih sering kehilangan bola dan jatuh sendiri saat berduel dengan duet center back Malaysia yang punya postur tinggi kekar. Inilah pemain yang "salah dipanggil" oleh RD.

Dengan hasil ini, kita dipastikan akan melawan lawan yang level permainannya tidak dibawah Thailand, yaitu Vietnam, Sementara Malaysia hanya menghadapi tim Myanmar yang diatas kertas lebih ringan tentunya. Ini tentu suatu perjudian gagal yang dilakukan oleh Rahmad Darmawan. 1 point yang ditargetkan lawan Malaysia akhirnya harus melayang, karena pelatih terlalu ketakutan dengan kartu kuning yang sudah diterima beberapa pemain, dan faktor stamina saat menghadapi lawan di semifinal hari sabtu mendatang yang hanya berselang 2 hari. Sekarang, malah kita yang dibawah tekanan, jangankan mendapat medali Emas, Perak pun terancam gagal karena bisa jadi kita tersandung saat melawan Vietnam, yang diatas kertas sedikit berada diatas kita level kekuatannya. Benar-benar suatu perjudian yang gagal...

Berpikir Jauh (Joke)


Seorang guru matematika bertanya pada murid2nya : " anak-anak, kalau ada 5 ekor burung sedang bertengger dipohon,kemudian datang seorang pemburu menembak mati pada 1 ekor burung,berapakah sisa burung yg masih bertengger dipohon? "

Kemudian dgn lantangnya dari deretan paling belakang murid bernama udin menjawab : " nol bu !, tidak ada sisanya... " jawab Bu Guru : " salah! hayo berapa yg sisa anak-anak? " Si Udin kemudian berteriak lagi : " Nol Bu guru, tidak ada sisa burungnya... pokoknya Udin bilang Nol bu Guru! "

Dengan agak kesal lalu ibu guru tersebut bertanya kembali pada Udin... " Baiklah Udin kalau kamu tetap ngotot bilang jawabannya Nol, coba kamu jelaskan..." Begini bu Guru, kan ada 5 ekor burung bertengger di Pohon, satu mati tertembak... nah sisanya Nol, karena pada saat dengar suara tembakan, burung-burung lainnya pada kabur semua bu, terbang semua... makanya ga ada sisa dipohon!"

Dengan tersenyum kecut bu Guru berkomentar " Udin, udin kamu ini bisa saja... jawaban hitung-hitunganan kamu tetap salah! tapi Bu Guru suka sih dengan cara berpikir kamu..."

Keesokan harinya si Udin balik bertanya pada ibu guru : " Bu kalau ada tiga Wanita yang sedang makan es krim bersama-sama, Wanita Pertama makan es krimnya dengan cara langsung menggigit, Wanita Kedua makan es krimnya dengan cara menjilat-jilat, lalu Wanita Ketiga makan es krimnya dengan memakai sendok, nah bu guru... kira-kira dari ketiga Wanita tadi, manakah yang sudah menikah?

Setelah berpikir sejenak Bu Guru akhirnya menjawab : " Ibu tahu Udin, pasti yg sudah menikah adalah Wanita Kedua... " jawab Udin : " Salah bu!!! " Bu guru bertanya lagi : " Kok salah Udin?? " Udin menjelaskan : " Bu Guru, yang sudah menikah adalah Wanita yang memakai cincin kawin bu... tapi Udin suka sih dengan cara berpikir Ibu...hehehe.... "

Sumber : Sonny Tsun

15 November 2011

Cabor Bulu Tangkis Tetap Andalkan Taufik Hidayat di SEAGAMES 2011


Setelah beregu Putra berhasil meraih medali EMAS setelah mengalahkan Malaysia 3-1 di partai Final dan beregu Putri hanya meraih medali PERAK setelah dikalahkan Thailand 3-1, kini cabor (cabang olahraga) Bulu Tangkis memasuki babak nomor individual. Sungguh sayang, di nomor tunggal putra, Indonesia sepertinya sudah tidak punya lagi pemain lain, dengan masih terus mengandalkan Taufik Hidayat dan Simon Santoso (setelah Sony DK mengalami cidera, tidak ikut SEA GAMES). Padahal Taufik pada SEAGAMES 2009 lalu sudah mengeluarkan statement untuk mundur dari pelatnas dan sekalian dari kejuaraan2 lokal, termasuk SEAGAMES guna memberikan kesempatan kepada pemain muda.

Meski demi memenuhi target PBSI yaitu 4 medali EMAS (dari 7 medali) karena sebagai tuan rumah dituntut tidak tampil mengecewakan, tapi sangatlah tidak bijak untuk terus memaksakan pemain tua untuk bermain di kompetisi sekelas SEAGAMES, dimana negara-negara sekelas Malaysia dan Singapura pun sudah tidak lagi memakai pemain senior mereka di ajang "sekelas" SEAGAMES ini, dan lebih berkonsentrasi di ASIAN GAMES/OLIMPIADE atau di kejuaraan2 dunia lainnya (All England, China Open, Indonesia Open, dll). Regenerasi skuad tidak akan berjalan, yang pada akhirnya, akan ada kevakuman antar generasi. Disaat sudah waktunya pemain JUNIOR mengisi pos pemain SENIOR, tapi yang terjadi malah pemain SENIOR terus dimainkan. Hasil akhirnya, disaat pemain JUNIOR sudah saatnya (matang), skill dan jam terbang mereka masih sangat minim, karena WAKTU MEREKA SEPERTI DIRAMPOK oleh pemain-pemain senior. Ujung-ujungnya efek domino akan berlaku, dan akhirnya prestasi kita terus merosot.

Baca ini sebagai referensi

Wim GAGAL Total Tangani Timnas Indonesia di PPD 2014 Brazil


Pelatih Wim Rijsbergen gagal total dalam menangani performa timnas Indonesia di ajang kualifikasi Pra Piala Dunia zona Asia Grup E. Hal ini disebabkan setelah 5x kekalahan beruntun yang diterima saat melawan Iran, Qatar dan Bahrain. 1 laga terakhir yang masih akan bertandang ke Bahrain laiknya sudah tidak berguna dan mirip partai pesiar saja.

Ya, setelah 3x kalah beruntun lawan Iran (3-0), Bahrain (2-0), dan Qatar (2-3), Indonesia sudah dipastikan GAGAL untuk lolos ke babak selanjutnya dengan tidak mengantongi 1 point pun. Tapi, perubahan yang dinanti-nantikan segenap penggemar sepakbola tanah air agar setidaknya tetap memberikan perlawanan dan perubahan gaya bermain di 3 laga sisa, tidak terbukti. Indonesia kembali dipercundangi 4-0 saat melawat ke Qatar dan 4-1 saat menjamu Iran.

Skuad yang diturunkan di kedua laga terakhir diatas, malah TAMBAH CACAD, setelah masuknya penjaga gawang veteran Hendro Kartiko (38 tahun) yang telah 4 tahun pensiun dari timnas. Dilaga melawan Iran juga (barusan, 15 nov 2011) malah semakin menjadi, setelah masuknya Wahyu Wijiastanto dan Fandy Mochtar di posisi bek dan Mahyadi Panggabean di posisi gelandang. Fandy dan Mahyadi sudah lama tidak masuk lagi ke timnas, karena sudah tua.

Saya juga melihat, pelatih Wim ini sedikit RASIS, dengan jarang sekali memanggil pemain asal Papua, seperti Boaz Salossa dll. Pelatih ini memang penuh teka-teki saat dinobatkan sebagai pelatih baru Indonesia menggeser Alfred Rield yang cukup sukses dengan merain Runner-Up di AFF Cup 2010. Dengan pengalaman yang baru 6 bulan di Indonesia, setelah sebelumnya cuma melatih tim PSM Makasar, tak mungkin dia langsung mengenal semua karakter pemain di Indonesia. Otomatis, dia hanya mengandalkan masukan dari assisten pelatihnya, dan ini saya curigai rawan pemain TITIPAN. Hasilnya, pemain-pemain KATROK semua kembali masuk ke skuad inti timnas. Justru seharusnya, pemain-pemain mudalah yang diturunkan, bukan malah menurunkan pemain-pemain veteran.

Namun ada 1 kutipan lucu yang menarik dari berita goal.com, dimana tertulis kutipan dari Jhohar Arifin, yang mengatakan bahwa pelatih kepala timnas, Wim Rijsbergen tidak gagal. Ya, memang tidak gagal Pak, tapi dia cacat...

12 November 2011

Live Streaming



Sebenarnya banyak situs TV online yang menampilkan acara siaran langsung, termasuk acara sepakbola, berita, musik, hiburan, kartun, dan sebagainya. Mivo TV adalah salah satu yang terbaik dan terlengkap dalam menyajikan acara TV Online Live Streaming.

11 November 2011

Timnas U-19 Indonesia Gagal di AFC Cup (Piala Asia U-19)


Timnas Indonesia U-19 akhirnya dipastikan gagal lolos ke babak selanjutnya, setelah di babak penyisihan grup, Indonesia hanya meraih poin 7, dibawah Australia (12), China (7), Indonesia (7), Singapura (1) dan Makao (1). Indonesia bermain Imbang melawan China, tapi China menang selisih gol yang besar, sehingga memaksa Indonesia untuk turun ke peringkat 3. Sebenarnya masih ada 1 tempat sebagai peringkat 3 terbaik, sayang dalam hal ini, Korea Selatan yang akhirnya mendapatkannya dengan point 9 (Indonesia hanya point 7).

Yang namanya kalah memang sakit. Tapi bukan berarti kita berhenti untuk berkembang. Kita harus terus mengandalkan semua usaha, baik itu melalui pembinaan luar negeri (seperti proyek SAD), menaturalisasi pemain asing (baik keturunan Indonesia ataupun pemain yang telah lama bermain di Liga Indonesia) dan pembinaan di lokal di club-club. Semua jalan harus dijalankan. Nantinya, pelatih kepala kita juga memiliki banyak variasi pilihan pemain, tidak mentok itu-itu saja (contoh si BP, sudah 10 tahun, dia-dia saja di lini depan kita. Tanya kenapa? karena tidak ada yang mampu mengimbangi atau setidaknya menyamai skillnya untuk menggantikannya).

Kita tidak bisa men-cap produk SAD gagal sepenuhnya juga, karena pemain yang diturunkan di AFC Cup 2011 ini toh tidak 100% dari U-19, karena ada beberapa nama yang masih ditinggal di tim SAD Uruguay untuk tetap melanjutkan kompetisi liga disana (Torneo de Honor), ada juga yang sudah bergabung dengan club vice (Belgia) dan penarol (Uruguay) serta ada juga yang lagi memperkuat Timnas U-23 di ajang SEAGAMES 2011. Jadi pelatih kepala tim U-19 (SAD), Cesar Payovich memutuskan untuk mengambil separuh tim U-19 (yang sudah 4 tahun di Uruguay) dan separuh tim U-17 (yang baru 1 tahun di Uruguay), agar semua kompetisi yang sedang berlangsung dapat diikuti (SEAGAMES, AFC Cup, dan pemain yang sudah bermain di Vice Belgia dan Penarol).

Justru sekarang, jika mau mengandalkan pembinaan lokal, Liga Indonesia aja masih belum jelas. Dengar kabar Liga Indonesia mau terbagi 2, ada yg ikut PSSI ada jg yg mau bikin liga sendiri. Terus pemain asing juga masih dikasih jatah 4 - 5 orang. Ditambah lagi kondisi Liga yang sudah vakum lebih dari 6 bulan akibat konfik yang berkepanjangan antara PSSI dan LPI serta pemilihan ketua PSSI baru. Semua sangat melemahkan kondisi kita di tahun ini. Jadi, jangan terlalu pesimis, dan malah jadi egois dengan menyalahkan salah si A, salah si B, atau proyek A gagal, proyek B gagal, dll. Semua harus terus bekerja keras. Semua proyek tidak ada yang gagal. Lagian dana PSSI juga bisa ditambah apabila dibutuhkan. Tidak hanya mentok di angka 100. Bisa jadi 200, bahkan lebih. Jadi tidak usah takut kehabisan dana untuk pembiayaan, asalkan jelas penggunaannya. Kalau bukan kita sebagai suporter yang mendukung, siapa lagi yang akan mendukung timnas kita ini? negara tetanggakah?

SEA GAMES XXVI, 11-22 November 2011


Kesiapan kontingen Indonesia selaku tuan rumah untuk menggelar acara pembukaan pesta olah raga dua tahunan diikuti 11 negara di Asia Tenggara ini, dipastikan melalui gladi resik yang akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (10/11) petang. Rencananya acara pembukaan secara resmi akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu pembukaan SEA Games XXVI 2011, pun akan berlangsung meriah.

Indonesia sebagai tuan rumah SEA Games ke XXVI, 11-22 November 2011, akan menampilkan miniatur Candi Borobudur dan komodo pada parade upacara pembukaan di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (11/11). Tak hanya Indonesia, mobil hias dari sepuluh negara peserta lainnya juga akan turut mengikuti acara pembukaan itu, seperti Malaysia yang menampilkan miniatur Menara Kembar (Twin Tower), Vietnam dengan pagodanya, dan Singapura dengan miniatur patung Singa.

Dipastikan langit Kota 'Pempek' Palembang, akan penuh warna-warni. Ribuan kembang api akan menjadi bagian dari kemegahan pembukaan tersebut. Waktu pembukaan pun sudah sesuai rencana yang diinginkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Malarangeng, pukul 11.00 WIB tanggal 11, bulan 11, tahun 2011. Sekadar info, untuk jumlah medali emas yang akan diperebutkan pada SEAGAMES kali ini berjumlah 545 medali. Indonesia setidaknya harus meraih 1/3 atau sekitar 150an medali jika ingin menjadi juara umum.